VISA: Syarat apply VISA Schengen

Mendapatkan VISA memang perjuangan untuk sebagian orang. Sebagian lainnya -termasuk aku- adalah sebuah tantangan untuk dilakukan. Mulai dari persiapan yang sangat exciting, biaya yang cukup bisa dijangkau, dan tentunya penantian yang mendebar-debarkan yang jutru membuat kita gak bisa melupakan proses bikin VISA yang seru banget. Overall mendapatkan VISA itu sebenearnya nggak sulit-sulit amat lho.  Selama bisa memenuhi syarat-syarat, insyaAllah pasti approved kok VISA-nya. Tapi, apa aja sih syarat-syaratnya?

Saya apply VISA melalui VFS Global Denmark, karena tujuan utama saya adalah ke Iceland. Sebaiknya kamu kumpulkan dokumen-dokumen yang diperlukan berikut ini dan ditumpuk sesuai nomor urutan. Roughly syarat-syaratnya sama dengan negara-negara yang lain, yaitu:

1) Application form dan foto
Application form serta ditempelkan foto pada sisi kanan atas yang sudah disediakan. Banyak aturan mengenai foto, yang jelas adalah silakan foto menggunakan background warna putih (warna terang lainnya boleh), dan bilang ke petugas cetak foto untuk diedit 75% muka.  Dijamin nggak akan disuruh ngulang foto lagi.
Berwarna ukuran 3.5cm x 4.5cm.
Panjang kepala tidak boleh melebihi 30 sampai 36 mm diukur dari dagu hingga atas rambut sekitar 75% muka.
Contoh-contoh foto ada disini : CLICK HERE.

2) Passport saat ini.
Pastikan masa berlakunya masih lama, minimal 3 bulan.

3)Sponsor Letter and Proof of Business Registration, Education, or Other Ties.
Sponsor letter : adalah dokumen yang menyatakan bahwa seseorang/organisasi akan bersedia mensponsori perjalanan kamu.
Proff of Business Registration : Surat keterangan kerja untuk pegawai/karyawan, dan SIUP untuk pemilik usaha (dalam bahasa Inggris).
Education : Surat keterangan mahasiswa dalam bahasa Inggris yang bisa kamu minta ke bagian akademik kampus masing-masing.

Kebetulan saya memiliki usaha sendiri ketika saya apply. Tapi saya juga bisa menggunakan surat keterangan kerja karena memang saya masih turut kerja sebagai marketing manager. Sehingga saya membuat surat keterangan bahwa saya adalah salah satu karyawan di usaha saya (travellover) dan dibubuhi tanda tangan salah seorang dalam team saya sebagai orang SDM.

4) Invitation Letter and Copy ID of Host (if applicable)
Jika kamu diundang oleh organisasi atau mengikuti program kamu bisa lampirkan bukti surat undangannya serta foto kopi identitas orang yang mengundang.

5) 1 copy of Passport Bio-data Page and Back Page, KITAS/KIMS/KITAP (for foreigners), and copy of Schengen Visa(s) issued during the past three years.
Syarat utama : 1 Foto kopi passport halaman identitas diri, dan 1 fotokopi passport bagian belakang yang berisi keterangan alamat dan emergency number phone. Jika ada : fotokopi visa Schengen 3 tahun terakhir.

6) Original & Copy Letter of Consent for Minor Children which is already been notarised (If Applicable).

7) Any Other Documents (if applicable)
Ini adalah kesempatan kamu membuktikan bahwa kamu tidak akan tinggal tetap di Schengen area. Kamu bisa lampirkan bukti-bukti lainnya untuk memperkuat syarat pengajuan VISA kamu. Beberapa orang yang saya tahu, mereka melampirkan sertifikat tanah atas nama dia sendiri untuk membuktikan bahwa kita akan kembali ke Indonesia. Namun saya sendiri hanya melampirkan summary itinerary tentang perjalanan saya.

8) Copy Family Card/Marriage Certificate
Fotokopi kartu keluarga dan/atau akta kelahiran atau surat tanda nikah.

9) Copy Proof Of Funds
Aha! Ini yang sering membuat para calon pemegang VISA deg-degan ya. hehe
Rekening koran 3 bulan terakhir yang menunjukkan jumlah uang yang ada di rekening kamu. Berapa sih minimal uang yang kita punya? Apa betul harus berpuluh-puluh juta untuk mendapatkan VISA? POINNYA adalah: embassy perlu memastikan bahwa kita memiliki uang yang cukup untuk mengunjungi negara-negara Schengen area dan MASIH memiliki uang yang cukup pula setelah kembali ke Indonesia. So, definisi “cukup” bagi embassy adalah minimum 34 Euro atau sekitar 500 ribu rupiah per hari. Diluar biaya-biaya lainnya seperti biaya untuk hotel, pesawat, kereta, dan lainnya. Ditambah jumlah uang yang cukup setelah kembali di Indonesia.

Contoh kasus:
14 hari  : 500 ribu x 14 hari = 7 juta (minimum di Schengen)
Jika seluruh hotel, pesawat, dan segala transport sudah dibayarkan, minimum uang yang kita miliki untuk tinggal di Schengen area adalah 7 juta. Namun setelah kembali ke Indonesia, uang itu tentu saja akan habis disana dan kita tidak bisa hidup di Indonesia, so dengan uang 7 juta kemungkinan besar akan sulit mendapatkan VISA. Belum lagi kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi disana sehingga kita perlu uang lebih atau emergency cost.So, (again) diluar biaya tiket pesawat, hotel, dll paling tidak kita lipat gandakan biaya minimum tersebut, dari 7 juta menjadi 14 juta. Dan memiliki uang lebih setelah kembali di Indonesia sekitar 3 juta. Dan juga uang cadangan untuk keperluan emergency seperti ketinggalan pesawat karena kelalaian kita, atau sebagainya sekitar 5 juta. Sehingga total yang diperlukan adalah : 14 juta + 3 juta + 5 juta = 22 juta. Nggak mahal-mahal amat  kan? :p

Namun selama ini  saya belum pernah menemukan kasus seseorang yang lolos VISA dengan uang 22 juta untuk tinggal sekitar 2 minggu di Eropa. Jumlah minimum yang pernah saya temui adalah 25 juta untuk 2 minggu di Schengen. (AGAIN) diluar biaya booking hotel, dll. Mungkin saya perlu menemui banyak lagi traveler, atau kalau anda berhasil mendapatkan VISA dengan uang dibawah 25 juta, silakan komen dibawah 🙂TIPS (emergency): Endapkan uang tersebut minimal 3 bulan terakhir dengan transaksi aktif dan tidak dalam jumlah wajar. Misalnya hanya 2 kali transfer in, tapi jumlahnya masing masing 10 dan 15 juta tapi tidak digunakan untuk apapun. hehe kan aneh.

10) Copy Hotel Booking
VFS menyarankan untuk tidak melakukan pembayaran terlebih dahulu sebelum mendapatkan VISA, karena kedutaan juga tidak menjamin VISA akan approved meskipun hotel telah dibayar. So, pindar-pintarlah untuk menggunakan media booking hotel yang “cancel-able” atau “refund”. Kita bisa menggunakan booking.com yang memberikan fasilitas bayar ditempat atau cancel-able hingga 7 hari sebelum menginap.

Jika ingin tinggal di tempat yang unik dan berkesan dengan orang lokal, kita juga bisa menggukan Airbnb.com, sebuah situs yang menyediakan tempat menginap di rumah orang lokal hampir di seluruh dunia. Tentunya menginap menggnakan Airbnb lebih menguntungkan dan pilihan harganya lebih beragam. Airbnb memiliki 3 jenis refund policy: strict, medium, dan easy. Kita bisa cancel dan refund uang kita hingga 24 jam sebelum menginap kok, sehingga sangat membantu.Bagaimana dengan saya?Tidak ada yang dikhawatirkan jika kita mampu memenuhi syarat pengajuan VISA. So, saya menggunakan Airbnb dan Booking.com untuk keperluan akomodasi saya. Kebetulan semua hotel dan pesawat sudah saya pesan sekitar 1-2 bulan sebelum mengajukan VISA. InsyaAllah kalau kita mau berusaha, pasti ada jalan. 🙂.

11) Copy Flight Itinerary
Print out semua flight booking kita dan urutkan sesuai tanggal.

12) Copy Travel Medical Insurance
Travel medical insurance ini wajib dan sangat mudah kita dapatkan.  Carilah yang bisa mengkover 30,000 Euro, yang merupakan syarat VISA Schengen.  Saya menggunakan AXA Smart Traveler untuk keperluan travel medical saya. Untuk membelinya sangat mudah, bisa beli online dan transfer menggunakan ATM dengan harga 514 ribu.Silakan pesan disini : CLICK HERE

13) Biaya logistic fee dan lainnnya
Biaya yang diperlukan untuk VISA adalah : 900,000 untuk orang dewasa. Logistic fee 260,000. Karena saya tidak mau mengambil Passport dan VISA apabila sudah jadi nanti, so saya ingin dikirimkan ke alamat saya dengan biaya pengirimam : 65,000. Sehingga total biaya semuanya adalah : 1,225,000

Untuk mempermudah prosesnya, berikut ini saya share link google drive saya yang berisi :

  • Form Pengajuan VISA Denmark (termasuk Iceland),
  • Contoh mengisi form pengajuan VISA,
  • Form checklist syarat VISA,
  • Contoh surat keterangan kerja,
  • Travel Insurance,
  • dan beberapa file lainnya.

Silakan CLICK HERE

Share dan komen pengalaman kamu dibawah ya…

Cheers,
Anita – yang lagi packing mau ke Iceland

 

One Comment Add yours

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *