Iceland – Part 3

Day 5 – Unbelieveble places!

Hamparan putih glacier disebelah kiri tidak permah membosankan. Jika tidak gerimis, mungkin kami akan berhenti sejenak untuk menikmati indahnya view pada saat itu. Iceland memiliki keindahan luar biasa.

100 km dari Vatnajokull masih saja terasa bahagianya. Vatnajokull is the largest glacier in Europe and the third largest in the world (setelah ice caps di Antartika dan Greenland). The Glacier is so massive that each of the many tongues have their own names and are referred to separate glaciers like Svinafellsjokull. Tidak akan pernah terlupa.

Taukah yang out of program itu apa? Yang tidak pernah ada di dalam itinerary-ku saat itu adalah: Jokulsarlon, Unbelieveble iceberg. And I just realized that I didn’t add it on my itinerary! Sebelum jembatan besar, seluruh iceberg tertutup oleh gundukan tanah. Itulah sebabnya kami pun tidak ‘ngeh’ akan keberadaan iceberg itu. Untungnya saat itu sempet ngelihat banyak orang-orang parkir di sekitar glacier. Tentu saja itu membuatku penasaran dan ingin ikut berhenti.

Setelah parkir, It just came out from my mouth “MasyaAllah!!!” Bagussss bangetttt!! I just parking my car near the river so we could see the iceberg. Luaaassss banget. Keindahan saat itu benar-benar membuatku lupa akan dinginnya hujan dan tiupan angin. It’s hard to believe seeing something like this accesable. Glaciel lagoon is easily one of the most remarkable natural wonders I’ve ever seen. We just stopped for less than half an hour, itu pun sadar setelah baju kami sudah mulai basah dan dingin karena rintik hujan dan angin. Kami melihat beberapa pecahan es yang mengalir melalui sungai dari dalam mobil.

“We should come back here tomorrow!” I said. And we agreed to visit it the next day.

Iceberg
Iceberg
Iceberg
Iceberg
Iceberg

VIK – The black sand 
VIK merupakan pantai hitam terkenal di Iceland. ‘landmark’ yang sangat dikenal adalah batu-batuan karangnya yang tajam menjulang ke atas. Setelah mengunjungi pantai ini, kami baru tahu bahwa pantai ini telah membunuh banyak korban. Typically pantai yang sangat mirip dengan Parangtritis.

Faktanya adalah: Parangtritis dan Vik memiliki pasir hitam. Hal ini disebabkan material vulkanik dari gunung yang aktif yang jaraknya tidak jauh dari pantai terbawa oleh aliran sungai. Material vulkanik tersebut terbawa aliran sungai hingga ke pantai. Seiring perjalanannya ke laut, material itu akan saling terbentur hingga menjadi lembut seperti pasir. Itulah mengapa kedua pantai tersebut memiliki pasir hitam. Fakta lainnya, angin yang berhembus dari pantai ini sangat kencang. Setelah menghantam karang yang tinggi, angin akan memutar balik dan menghantam angin yang lain. Hal ini menyebabkan besaran angin yang tidak selalu menetap. Besaran angin yang tidak menetap membuat besaran ombak yang tidak menetap pula. Yang awalnya hanya ombak-ombak kecil, secara tiba-tiba akan menjadi ombak yang besar tanpa terprediksi. Saat itulah orang tidak sadar dan ombak mampu menelan korbannya.

Menarik kan?
Well….cukup menarik untuk dilihat dan cukup dari dalam mobil saja. Kami melanjutkan ke kota Hofn.

Hofn – Kota Sunyi
Kepadatan Iceland adalah 1:32 km. Artinya, kepadatan penduduk dibanding luas wilayahnya adalah 1:32, dimana setiap 32 km, terdapat 1 orang yang tinggal. It mean, sangat tidak padat. sepi. sunyi… Dingin…. Seperti kota mati saat hujan. Hofn tidak terlalu istimewa. Kami melanjutkan ke hotel dan istirahat setelah mencoba makan di rumah makan dekat VIK. Bukan makanan yang enak, hanya burger vegetarian yang tidak terlalu mengenyangkan dan enak. Sampai hotel, kami hanya berharap akan ada keajaiban untuk bisa melihat aurora lagi. Tapi mustahil. Mendung tebal menutupi langit Hofn saat itu. Good night Iceland.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *