Iceland – Part 2

DAY 3 – 30 Maret 2017 : 4-2°C

The Great waterfalls – Seljalandfoss & Aurora!

Perjalanan dari Reykjavik menuju Hvolsvollur, sebuah kota dibagian selatan Iceland cukup jauh tapi menyenangkan. Apalagi pemandangannya sangat luar biasa. Hampir setiap 30-45 menit sekali kami berhenti untuk bermain-main di hamparan salju, memberi makan kuda, menghitung air terjun dari tebing, dan sekedar duduk-duduk menikmati pemandangan di Selfoss.

 Imajinasi mengenai salju dan hamparan es selama hidupku kini menjadi nyata. Kunikmati setiap detik saat aku menyentuh dinginnya salju di tanganku. Berlari-lari, berguling-guling, dan mendinginkan yogurt di hamparan salju, lalu melahapnya sampai habis. Tidak peduli orang lain bilang apa, aku senang! Lagi pula jarang sekali mobil lewat. Selagi di Iceland, kenapa tidak! Setiap hembusan angin di Iceland, selalu kucoba ingat dinginnya. Kuingat aroma kering rumputnya. Kuingat kuat-kuat basah lumutnya. Putih saljunya. Semakin hari semakin aku cinta negeri ini!! Oh Tuhan, bawa aku kemari lagi!

Seljalandfoss ini salah satu air terjun terbesar di Iceland yang kita bisa datang dan dekati, bahkan kita bisa berjalan dibalik derasnya air dari sungai diatas. Wajib pakai coat anti basah atau baju tahan air, sepatu, dan tentunya pelindung kamera agar tidak basah. Salah satu host kami di Iceland memberi tahu bahwa ada sebuah hidden waterfalls near Seljalandfoss. Kalau kita kesana, pasti basah dan tidak disarankan membawa kamera yang bukan waterproof.

Selfoss
Horse farm
Horse farm
Seljaladfoss
Seljaladfoss
Seljaladfoss
Seljaladfoss

SPECIAL MENTION: The hidden waterfalls

The hidden place you shouldn’t miss! Near Seljalandfoss there is another great waterfall. Gljuifrabui! It almost completely hidden a cliff face. Cylindrically covered by cliff wall that has small crack to get in. You would not suspect that there is a hidden beauty behind the cliff. You should wear waterproof boots, pants, and jackets when you visit this place as you will get wet from spray of the water and wide in water to see the full waterfalls. The small trek inside the cliff actually adds to mystics and magnificence of this place. There are also small path if you want to climb up to see the waterfalls closer from the top, but just be careful that you will be died in one second when you fall down. And prepare your action cam!!

 How to get there?

Just walk 500 meters from Seljaladfoss or when you have taken the road to Seljalandfoss and you see the beautiful waterfall on your right side (it is the Seljalandfoss), drive on! You will see a camping house on your right side. Just drive forward a little bit more. This hidden waterfall will be on you right side. You just parking the car on the side road, turn right and walk until you find the waterfalls.

 Setelah menikmati basah kuyub air terjun, tepat disaat matahari sedang hangat-hangatnya. Kami berjemur sebentar untuk mengeringkan baju yang basah dan melepas coat yang kami pakai. Duduk di hamparan savanna yang mengering dan diiringi gemricik air sungai yang mengalir, membuatku semakin betah tinggal disini.

Sebelum sunset, kami menuju rumah yang akan kami tempati untuk malam ini, malam untuk melihat the northern light, the aurora! Sebelum ke Iceland tentunya saya sudah belajar cara menangkap aurora dengan kamera DSLR manual. Setelah melihat aurora dan weather forecast, saya tidur lebih awal agar bisa bangun saat aurora keluar. Kamera: Set! Tripod: Prepared! Jacket: prepared! Semangat: sudah siap!

Belum juga alarm untuk aurora berbunyi, traveler lain yang tinggal di kamar sebelah sudah mulai berisik dan berlarian menuju keluar. “Anita! Aurora!” kata travel partnerku. Dia menunjukkan kilauan aurora yang sangat jelas terlihat dari kaca kecil di kamarku. Oh Tuhan!!! Aurora!! Sangat senang dan bersemangat sekali aku waktu itu. Begitu pun semua orang disana. Kutarik jaket dan sarung tanganku, kamera dan tripod, dan aku langsung cari tempat untuk mengabadikan penampakan alam terindah dalam hidupku tersebut.

Beberapa fotografer membantuku mengeset kamera yang ternyata jauh lebih sulit daripada yang aku pelajari, karena lensa tidak mau terfokus pada cahaya aurora. Jika tidak cepat, maka aku akan kehilangan momen itu. Beberapa foto akhirnya kudapatkan. Langit tidak begitu cerah, sana-sini tertutup mendung, tapi aurora sangat kuat dan jelas terlihat. Kata beberapa fotografer dan traveler yang bersamaku disana, aurora malam itu adalah aurora paling terang yang pernah mereka temui selama perjalanannya di Iceland! Dan itu adalah aurora pertama (dan satu-satunya) untukku! What a lucky I am! Alhamdulillah ya Allah! 1 jam setelah aurora muncul, semua orang kembali ke dalam rumah karena kedinginan, kecuali aku. Sendiri di hamparan savanna dan menikmati langit indah malam itu. Upss…Bukan sendiri. Berdua. The most wonderful night for us!

 

DAY 4 – 31 Maret 2017

Skogafoss and the glacier Skaftafell!

Selain Seljalandfoss dan the hidden ‘foss’ disebelahnya, masih ada lagi beberapa air terjun sepanjang perjalanan menuju Hofn. Salah satunya adalah Skogafoss. Air terjun ini lebih kecil daripada Seljalandfoss, tidak bisa jalan dibelakang, tapi kita bisa melihat pemandangan dari atas air terjun. Sudah disiapkan anak tangga untuk mendaki keatas dan melihat sungai jernih yang mengalir dari atas.

Skaftafell – Kalau mencari namanya di google map dan mengikuti jalannya, maka kita tidak akan bisa melihat apa-apa. Hampir tidak ada yang manarik disana. Kami hampir meninggalkan lokasi ini sebelum akhirnya kami memutuskan untuk turun dari mobil dan melihat sekitar. Ternyata, nama glaciernya tepatnya adalah Svinafellsjokulsvegur glacier. Agak susah ya namanya?! Ada tour agency yang menawarkan glacier trekking dan ice cave tour disana, namun kami memutskan untuk explore sendiri tanpa mengambil tour package.

Dari lokasi parkir mobil, kami menyiapkan baju hangat, coat yang waterproof, sepatu hiking, dan sarung tangan untuk melakukan hiking atau short trekking ke glacier. Sedikit gerimis saat itu, tapi justru sedikit pengunjung. Bahkan hampir tidak ada orang saat kami ada di sana. Saat-saat terakhir dan sudah sore barulah 2 pasang orang datang ke glacier. Tempat ini sangat indah. Putih-putih bongkahan es yang dari jauh terlihat seperti salju biasa, ternyata adalah gunungan-gunungan es yang bisa kamu datangi, kamu sentuh, bahkan bisa kamu daki. Kami sempat mendaki satu gundukan es di glacier namun tidak berani lama-lama karena keterbatasan perlengkapan dan alat. Takutnya bongkahan es patah dan kami malah jatuh dan terluka.

Akhirnya kami hanya foto-foto dan menikmati dinginnya hujan dan pemandangan yang indah. Bisa tebak disana berapa suhunya? Termometer di mobil, tepatnya di lokasi parkir menunjukkan suhunya adalah 2°C. So, kira-kira berapa derajad disini? Sampai-sampai  es pun bisa membeku dan menggunung? hmmm…

Skogafoss
Skogafoss
Skogafoss
Skogafoss
Skaftafell

BERSAMBUNG NEXT POST YA…

Tunggu ya…

Anita, yang lagi jetleg abis dari Iceland

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *